Friday, January 14, 2011

Punya anak cacat mendorong Szekeres untuk mendirikan Alliance Rehabilitation

Di Hungaria, seperti juga di Indonesia, penyandang cacat kurang mendapat perhatian dan dukungan agar mereka bisa hidup produktif dan menyatu dengan masyarakat. Penyandang cacat kesulitan dalam mendapatkan akses ke perkantoran dan transportasi. Ketika anaknya yang laki laki lahir cacat 30 tahun yang lalu, Szekeres Erzsébet diberi tahu oleh dokter yang menolong kelahiran anaknya bilang bahwa anaknya tidak akan bisa hidup produktif. Szekeres tidak menyerah. Ia mengumpulkan keluarga yang mempunyai anak cacat. Hingga tahun 1994 mereka tinggal secara ilegal dalam "rumah kelompok" dan memproduksi keramik. Kelompok tersebut akhirnya tumbuh berkembang menjadi sebuah koperasi masyarakat yang resmi dan melakukan diversifikasi usaha. Pada tahun 2010, mereka mampu memperkerjakan 800 orang penyandang cacat di berbagai jenis usaha yang tersebar di berbagai kota di Hungaria.
 
Alliance Rehabilitasi (sebelumnya disebut Összefogás industri Koperasi) mengembangkan model untuk mengatasi masalah yang kompleks pada orang dewasa penyandang cacat dan mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat. Pertama, mereka menciptakan komunitas di mana para anggotanya merasa dicintai, bisa berinteraksi dan bekerja. Kemudian menawarkan kepada para anggotanya   pelatihan kejuruan untuk mempersiapkan mereka agar bisa bekerja di dunia nyata. Hari ini, organisasi Alliance Rehabilitasi menjalankan 22 bisnis yang berbeda, yang meliputi pertanian, manufaktur, konstruksi dan kemasan. Orang-orang (penyandang cacat) yang telah mendapat keterampilan kejuruan meninggalkan organisasi, bekerja dan mulai hidup mandiri.

Aliansi rehabilitasi memiliki banyak hubungan bisnis, melayani klien bisnis dan mengambil pekerjaan dari Belanda dan Italia. Organisasinya menghasilkan pendapatan sekitar US$ 8,700,000 dalam setahunnya, lebih dari setengah dari penghasilan tersebut didistribusikan kepada para pekerja sebagai gaji mereka, yang sebanding dengan gaji orang-orang normal dengan pekerjaan yang sama.  Selain itu, organisasi menyediakan perumahan sewa bagi pekerjanya dan membangun blok bangunan baru sesuai dengan meningkatkannya permintaan. Apartemen-dengan fasilitas satu perawat untuk setiap tiga unit-dengan harga terjangkau; orang tua atau saudara yang lebih tua dari pekerja penyandnag cacat bisa bergabung bersama-sama dan pindah ke apartemen yang lebih besar tapi dengan harga masih terjangkau sehingga penyandnag cacat tersebut bisa lebih banyak mendapat dukungan dari keluarga/saudara.

Meskipun saat ini pendapatan aliansi rehabilitasi sekitar 50%nya dibiayai melalui hibah pemerintah sesuai hukum yang mendukung pekerja penyandang cacat. Strategi darurat telah dikembangkan agar organisasi bisa tetap berkelanjutan dan menjadi sepenuhnya mandiri. 

Erzsébet Szekeres, adalah seorang tukang keramik secara profesi, dia telah mempelajari semua pengetahuan yang diperlukan untuk membantu anaknya dan orang lain yang cacat melalui trial and error. Dia kemudian memperoleh diploma bantuan sosial dan bekerja untuk Uni Eropa. Sebagai kepala rehabilitasi Alliance, dia tahu setiap karyawan, termasuk nama mereka, kisah, jenis cacat dan masalah, dan sering merujuk mereka sebagai "anak saya". Dia berencana untuk tetap bekerja sebagai kepala organisasi selama dia bisa sebelum pensiun dan tinggal di rumah yang dia telah diciptakan untuk para anggota organisasinya.

No comments:

Post a Comment