Tuesday, January 25, 2011

Kaidah untuk bisa jadi kaya (1)

Saya bukan orang kaya oleh karena itu saya tidak bisa menasehati anda tentang cara agar menjadi kaya. Meskipun demikian, karena saya ingin agar semua pembaca  blog ini menjadi kaya, saya coba untuk menulis topik ini dengan memakai berbagai referensi. Referensi utamanya adalah 7 Rules of  Wealth  Building. Tentunya artikel ini juga mengambil bahan dari artikel lainnya.

Meskipun saya tidak menjalankan semua aturan atau kaidah agar menjadi kaya, dengan menjalankan sebagiannya saja, Alhamdulillah hingga saat ini saya tidak pernah mengalami kesulitan keuangan.

Kebanyakan orangtua ingin mengajar anak-anak mereka agar menjadi anak yang bertanggung jawab,  menjadi mandiri dan berhasil dalam hidup.  Namun, sangat sedikit benar-benar berhasil melaksanakan tugas ini. Mengapa? Karena, sebagai orang tua, kita hanya meneruskan pengalaman kita kepada anak-anaknya; 

Mudah-mudahan tujuh kaidah ini akan membuka mata Anda dan membantu Anda mengajarkan kepada anak-anak Anda untuk menghindari perangkap yang telah menyebabkan banyak orang tidak mempunyai pencapaian finansial yang maksimal.


Kaidah 1: Mempunyai pola pikir dan perilaku yang tepat.

Kendala terbesar mengapa anda saat ini belum atau tidak kaya sebetulnya adalah anda sendiri. Terlalu sering, orang menjalani hidup mereka dengan cara yang tidak kondusif untuk menciptakan kekayaan dan kemudian merasa frustrasi dan menyalahkan pada "sistem". Padahal  mungkin seharusnya mereka menyalahkan dirinya sendiri.

Menurut data statistik, kekayaan bersih seseorang terkait dengan keputusannya dalam hal perkawinan, keluarga, pendidikan, dan pekerjaan.

Salah satu keputusan keuangan yang paling penting yang akan pernah/sudah anda buat adalah perkawinan. Joshua Kenon, penulis buku 7 Rules of Wealth Building menyarankan agar kita menunda perkawinan. Dia menyarankan agar kita menikah setelah menjadi mandiri secara finansial, dengan sedikit atau tidak ada utang, dan memiliki investasi. Dia berpendapat bahwa setelah Anda memiliki tiga hal tersebut, peluang Anda untuk sukses secara drastis meningkat. Dia menyarankan hal tersebut karena melihat bahwa  nomor satu alasan untuk perceraian adalah kesulitan keuangan.

Apakah anda setuju dengan saran Joshua Kenon? Saya yang termasuk tidak setuju (karena itu mungkin yang menyebabkan saya tidak kaya). Namun saya setuju bahwa kita tidak kaya terutama disebabkan pada pola pikir dan perilaku kita yang tidak mendukung pada penciptaan kekayaan.

Berikut ini pola pikir orang kaya menurut T. Harv Eker’s dalam bukunya Secrets of the Millionaire Mind: Mastering the Inner Game of Wealth yang pemikirannya dikutip oleh JD Roth dalam blognya http://www.getrichslowly.org/blog/2006/11/29/secrets-of-the-millionaire-mind/

  • Orang kaya percaya "saya mengendalikan hidup", orang miskin percaya bahwa "hidup ada yang mengendalikan". Kalau dalam Islam hidup tidak sepenuhnya dikendalikan manusia, namun manusia juga harus berusaha.
  • Orang miskin "ingin" kaya. Orang kaya "mempunyai komitment" untuk menjadi kaya.
  • Orang kaya berpikri "besar", orang miskin berpikir kecil
  • Orang kaya fokus pada "kesempatan", orang miskin fokus pada masalah.
  • Orang kaya menghargai dan berkawan dengan orang kaya atau  orang sukses lainnya. Orang miskin berpikir jelek tentang orang kaya dan berkawan dengan orang yang tidak sukses.
  • Orang kaya mau mempromosikan diri dan nilai nilai yang dia anut. Orang miskin berpikir jelek tentang promosi dan pemasaran.
  • Orang kaya "lebih kuat/besar" dari masalah yang dihadapinya. Orang miskin lebih kecil dari masalah yang dihadapinya.
  • Orang kaya memilih untuk dibayar berdasar hasil kerjanya. Orang miskin lebih senang dibayar berdasar waktu kerjanya.
  • Orang kaya berpikir "dua-duanya". Orang miskin berpikir "ini atau itu".
  • Orang kaya fokus pada kekayaan bersihnya. Orang miskin berpikir pada gajinya.
  • Orang kaya baik dalam mengelola uangnya. Orang miskin mengelola uangnya secara serampangan.
  • Orang kaya membuat uangnya bekerja untuknya. Orang miskin bekerja untuk mendapatkan uang.
  • Orang kaya bertindak meskipun dibayangi rasa takut. Orang miskin tidak berani melangkah karena takut.
  • Orang kaya selalu belajar dan berkembang. Orang miskin berpikir bahwa mereka sudah tahu.
Kaidah 2: menyusul

No comments:

Post a Comment