Monday, January 10, 2011

Checklist untuk mendiagnose kesehatan keuangan anda

Untuk mengetahui kesehatan tubuh anda, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, melakukan pemeriksaan fisik dan mengirim darah atau urine anda ke laboratorium. Untuk mengetahui seberapa tingkat kesehatan keuangan anda, Craig Ford dalam artikel Diagnose and Improve Your Financial Health: a 10 items checklist membuat sebuah daftar pertanyaan yang dapat anda pakai untuk mengukur kesehatan keuangan anda. Meskipun di judulnya dia menulis 10 item, ternyata di daftarnya ada 9 item (memang dalam checklist tentang hutang dia bagi dua, hutang kartu kredit dan hutang mobil).

Berikut ini 9 item tersebut:

1. Apakah anda punya, membuat dan menerapkan anggaran? Pertanyaan ini seperti pertanyaan yang diajukan oleh dokter, "apakah anda melakukan olah raga secara teratur?" Membuat dan menerapkan anggaran sangat penting agar anda bisa mengontrol keuangan anda. Berbagai model anggaran bisa anda pilih, mulai dari yang sederhanan (misalnya: 50% pendapatan untuk hidup, 20% ditabung, dan 30% untuk bayar hutang) hingga yang lebih rinci.
2. Apakah anda bisa punya uang kontan minimal Rp 5 juta dalam waktu 48 jam? Kita harus selalu "sedia payung sebelum hujan", begitu kata pepatah lama yang sudah mulai kita lupakan. Kita perlu siap siap bila tiba tiba ada anggota keluarga kita yang harus dirawat di RS. Beberapa waktu yang lalu, seorang ibu yang terserang eklampsia menghabiskan dana hingga lebih dari Rp 7 juta, padahal uang ditangan hanya ada Rp 350an ribu.
3. Apakah anda punya asuransi yang cukup? Apakah anda mempunyai asuransi kesehatan? Saya kira jumlah orang yang mempunyai mempunyai asuransi kesehatan di Indonesia masih sangat terbatas. Saya sendiri, karena keharusan, jadi punya asuransi kesehatan (askes PNS dan dari kantor). Meskipun demikian, kalau boleh memilih, saya lebih senang model Singapura dimana setiap keluarga harus punya tabungan minimal (medical saving account) yang hanya boleh digunakan untuk biaya pengobatan. Jadi saran saya, bila anda tidak punya asuransi kesehatan, anda harus punya tabungan untuk cadangan biaya kesehatan.
4. Apakah anda punya hutang? Apakah anda punya hutang kartu kredit, hutang di bank untuk beli mobil/sepeda motor atau hutang lainnya? Sangat sulit punya keuangan yang sehat bila kita masih dibebani hutang kartu kredit karena jeratan bunganya yang cukup tinggi. Agar keuangan anda sehat, prioritas pertama adalah upayakan untuk sesegera mungkin menutup hutang kartu kredit anda. Prioritas kedua adalah menutup hutang cicilan mobil atau sepeda motor anda dan kemudian prioritas berikutnya adalah hutang lainnya.
5. Apakah anda punya tabungan yang cukup untuk biaya hidup 6 bulan? Tabungan ini diperlukan sebagai cadangan bila kita tiba tiba kehilangan pekerjaan atau mengalami gangguan kesehatan yang serius sehingga menganggu pendapatan kita.
6. Apakah anda sudah mulai melakukan investatsi sebagai persiapan pensiun?Banyak teman saya tidak siap menghadapi pensiun karena meskipun dapat pensiun, penghasilan mereka turun drastis dibanding ketika masih aktif bekerja. Bila anda sudah dapat menutup semua hutang dan sudah mempunyai cadangan dana emergensi, mulailah berpikir untuk melakukan investasi buat hari tua. Ini bukan aperkara mudah, anda harus melakukan banyak riset agar tidak kejeblos.
7. Apakah anda sudah punya tabungan untuk biaya kuliah anak? Sekarang biaya kuliah sangat mahal. Keponakan saya harus menyumbang Rp 40 juta dana pembangunan agar bisa kuliah di sebuah fakultas hukum universitas negeri. Untuk kuliah di Fakultas Eksakta, dana sumbangan biasanya lebih tinggi lagi.
8. Apakah anda punya KPR? Bila anda punya hutang KPR dan sekarang punya dana lebih, lebih baik gunakan untuk mempercepat penyelesaian KPR tersebut. Saya ingat pengalaman kenalan saya yang sekarang sudah meninggal. Kenalan saya tersebut jauh lebih muda dari saya, sudah punya rumah jauh lebih bagus dari rumah saya, mobilnya juga jauh lebih bagus dari mobil saya. Ketika karirnya menanjak dan gajinya naik, dia malah minta tambahan hutang KPR untuk memperbaiki rumahnya. Akibatnya ketika di PHK pada krisis ekonomi 1998, keluarganya oleng. Kenalan saya tersebut sampai terkena stroke dan kemudian meninggal (obat darah tinggi sangat mahal, sehingga teman saya tersebut tidak kuat membelinya).
9. Apakah anda punya tujuan besar melalui  kedermawanan anda? Mencari uang, menabung dan menginvestasikannya adalah hal yang harus dilakukan. Namun berhenti sampai disitu saja tidak cukup. Anda perlu mulai ikut mengubah lingkungan anda dengan sedekah atau kedermawanan anda. Banyak masalah disekitar kita, mulai terpaksa makan tiwul , tidak bisa sekolah hingga tidak kuat bayar berobat. Gunakan sebagian dana anda untuk menolong sesama.Kalau bukan dengan amal sholeh, dengan apa anda akan bisa masuk surga?

No comments:

Post a Comment