Monday, December 6, 2010

Psikologi tentang sedekah (2)

Tulisan ini merupakan lanjutan pembahasan tentang aspek psiikologis dari sedekah yang saya tulis beberapa hari yang lalu. Bahannya saya ambil dari artikel The Science of Giving 2: which make people happier -giving or receiving oleh Katya Andersen di websitenya. Topik berikutnya yang ditulis oleh Michal Ann Strahilevitz membahas tentang memberi dan menerima.

1. Mengapa kita bersedia memberi? Suatu kegiatan yang sepertinya agak kurang masuk akal. Jawabannya karena orang yang memberi mendapat manfaat secara emosional. Ternyata menurut riset yang dilakukan oleh Michal Ann Strahilevitz:
  • Menyumbang memberikan cahaya kehangatan dan kebahagiaan
  • Memberi sedekah membuat kita merasa senang dengan diri kita sendiri
  • Menyumbang membantu kita menghindari perasaan bersalah diri (guilty feeling)
  • Menyumbang mempertahankan image diri
2. Mana yang membuat orang lebih berbahagia, menyumbang besar sekaligus atau menyumbang kecil kecil namun sering?

Ternyata secara psikologis, kita merasa lebih senang bila kita memberi sedekah dalam jumlah yang lebih kecil namun dilakukan beberapa kali dalam waktu yang berlainan dibandingkan bila kita menyumbang sekaligus dalam jumlah besar. Jumlah total seluruh kebahagiaan dari kebahagiaan kebahagiaan kecil tatkala kita menyumbang uang dalam jumlah kecil ternyata lebih besar dari pada kebahagiaan sekaligus yang kita dapatkan ketika kita memberi dalam jumlah besar. Studi ini mempunyai implikasi penting bagi organisasi amal seperti RB Umiyah, silahkan para dermawan menyumbang dalam jumlah lebih kecil namun sering/rutin dari pada menyumbang sekali dalam jumlah besar. Sesuai denga artikel saya terdahulu dalam topik yang sama, orang yang berbahagia atau senang menyumbang lebih besar dibandingkan dengan orang yang kurang berbahagia.

3. Apakah ada keterkaitan antara kesediaan menyumbangkan waktu (tenaga) dengan menyumbang uang? Ternyata orang yang bersedia jadi relawan, menyumbangkan waktu dan tenaga juga bersedia menyumbangkan dana dan biasanya juga dalam jumlah yang lebih besar.

4. Mana yang lebih membuat kita berbahagia, memberi atau menerima?
  • Memberi dan menerima membuat kita berbahagia, namun kedua-duanya memiliki penurunan nilai marginal. Seperti kalau kita makan makanan enak, atau memakai baju baru kesukaan kita, perasaan senangnya makin lama makin menurun. Itu salah satu alasan mengapa ibu ibu harus sering beli baju baru.
  • Menyumbang atau menerima sumbangan sama sama membuat kita berbahagia, namun jenis kebahagiaannya berbeda. Kebahagiaan karena memberi sedekah tidak bisa digantikan oleh kebahagiaan karena menerima pemberian dari seseorang.
  • Jumlah kebahagian dari memberi dan menerima lebih banyak dibandingkan bila kita memberi sedekah dua kali atau mendapat pemberian dua kali. Menurut penelitian ternyata menerima hadiah sebesar Rp 500 ribu dan menyumbang Rp 1 juta lebih membuat orang berbahagia daripada mendapat hadiah Rp 500 ribu dua kali. Kebahagiaan karena memberi sedekah dan mendapat sumbangan juga lebih besar dari pada kalau kita memberi sedekah dua kali. Penelitian ini mendukung kenyataan mengapa pemasaran atau penjualan dengan tujuan amal bisa berjalan dengan baik. Orang merasa lebih berbahagia karena telah membeli sepatu baru dan juga berbahagia karena dia tahu bahwa dengan membeli sepatu tersebut dia telah menyumbang untuk kegiatan amal sholeh. Silahkan baca tulisan saya sebelumnya tentang menggabungkan bisnis dengan sedekah dengan mengklik disini
  • Dermawan akan lebih berbahagia dan akan menyumbang lebih besar bila si dermawan atau pemberi sumbangan bisa melihat dampak dari sumbangan yang dia berikan
Sekian dulu, semoga bermanfaat. Insya Allah ada lanjutannya.

No comments:

Post a Comment