Saturday, December 18, 2010

Perusahaan HCS, 75% pegawainya penderita gangguan jiwa

Beberapa waktu yang lalu, saya menulis kalau 70-80% bekas penderita gangguan jiwa menganggur karena sulit mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut merupakan masalah khronis yang belum terpecahkan hingga sekarang. Padahal penderita gangguan jiwa memerlukan "identitas". Ketika bertemu orang, mereka ingin berkata: nama saya A, pegawai di perusahaan YYY". Pekerjaan sangat membantu kesembuhan penderita gangguan jiwa.

Banyak RSJ atau klinik jiwa yang memberikan pelatihan kerja. Namun jenis pekerjaannya masih sangat sederhana sehingga tidak cukup untuk dipakai sebagai bekal bekerja di masyarakat. Akhirnya, mereka menganggur atau bekerja dengan penghasilan sangat rendah. Karena penyakitnya, mereka kadang harus tidak masuk kerja karena penyakitnya kambuh. Pada kondisi tersebut, mereka memerlukan pertolongan medis, bukan malah dipecat. Setelah sembuh, mereka sangat memerlukan pekerjaan.

Idealnya, ada sebuah perusahaan yang bersedia memperkerjakan penderita gangguan jiwa dengan gaji diatas UMR. Bila sedang kambuh, mereka dikirm ke RSJ untuk mendapat perawatan, dan menerima kembali bekerja bila sudah mulai sembuh.

23 tahun yang lalu, Bagian Psychiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland mencoba berbuat inovatif. Mereka mendirikan sebuah perusahaan Harbor City Service Incorporated (HCS) sebagai bagian dari  Harbor City Unlimited (HCUS), sebuah unit usaha dibawah University of Maryland Medical System. HCS memperkerjakan pasien penderita gangguan jiwa dan pengguna obat bius sebagai pekerjanya. Hingga sekarang, HCS masih bertahan dan lebih dari 75% pekerjanya adalah penderita gangguan jiwa atau mantan pengguna obat bius. Kini HCS mempunyai beberapa bidang usaha, yaitu jasa pergudangan, record management, jasa pindah barang, dan jasa penghancur dokumen. HCS melatih para penderita gangguan jiwa dengan berbagai ketrampilan. Mereka bekerja dalam tim sehingga bila salah satu anggota tim sedang tidak dapat bekerja, pegawai yang lain dapat menangani pekerjaan pegawai yang sedang sakit tersebut.

HCS harus bersaing dengan perusahaan lain secara kompettitif. Kini mereka mendapat kontrak kerja dengan 300an perusahaan. Meskipun demikian, HCS belum mampu mandiri secara 100%. Sekitar 10% biaya masih harus ditutup melalui sumbangan amal. Saya kira HCS adalah model bisnis ideal bagi penderita gangguan jiwa.

No comments:

Post a Comment