Wednesday, November 17, 2010

10,000 lampu lentera tenaga surya GRATIS

Banyak anak anak dari keluarga miskin di pedesaan Kenya tidak bisa belajar dengan baik karena kesulitan penerangan. Mereka terlalu miskin untuk berlangganan listrik. Mereka menggunakan minyak tanah atau kayu bakar untuk penerangan dan memasak. Semua itu menyebabkan rumah pengap karena kebanyakan asap dan tidak tersedia secara gratis pula. Kini mereka berbahagia karena Evans Wadongo berhasil memberi jalan bagi keluarga miskin pedesaan tersebut untuk menggantikan lampu minyak tanah dengan lentera tenaga matahari. Dan mereka tidak perlu bayar karena Evans Wadongo memberikan lentera tersebut secara gratis. Mereka juga dapat memanfaatkan uang, yang biasanya dipakai untuk membeli minyak tanah, untuk mencukupi kebutuhan lainnya, seperti kebutuhan sekolah anak anaknya.
Evans Wadongo merupakan anak ke-empat dari keluarga yang sangat menghargai pendidikan. Ayahnya seorang guru SMU. Ia merasakan susahnya belajar dengan memakai lampu minyak tanah. Pada tahun 2004, ketika kuliah di Fakultas Pertanian dan Teknologi, Universitas Kenya, dia mendapat ide untuk membuat lentera dengan memakai tenaga matahari. Tenaga matahari tersedia gratis dan bisa diakses dari mana saja, termasuk di pedesaan. Sayangnya, semua panel tenaga surya berukuran besar dan tidak sesuai untuk keluarga miskin di pedesaan. Ketika pulang dari rumah temannya, dia tersandung pecahan panel tenaga surya 9solar panel). Pecahan kecil solar panel tersebut ternyata sudah cukup untuk menghasilkan energi bagi sebuah lampu lentera sepanjang malam. Sejak saat itu lahirlah sebuah proyek " Use Solar, Save Lives". yaitu memberikan lampu lentera tenaga matahari gratis untuk masyarakat miskin di pedesaan Kenya.
Mula mula Evans Wadongo membuat lentera tenaga surya dengan uang dari keluarga dan sumbangan teman temannya. Pembuatan lentera berjalan sangat lambat karena keterbatasan dana. Ketika dia mengikuti pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Sustainable Development for All Kenya, Evans menceritakan tentang kegiatannya membuat lentera tenaga surya. Organisasi tersebut bersedia membiayai proyeknya, serta mengangkatnya sebagai mitra dan meletakkannya sebagai Ketua Dewan. Karena skala produksinya cukup besar, mereka mampu menekan biaya produksinya hingga hanya sekitar Rp 200 ribu per buahnya.
Dengan dukungan sumbangan dari yayasan Sustainable Development for All Kenya, lentera tenaga matahari tersebut bisa dibagikan gratis ke keluarga miskin pedesaan yang membutuhkan. Lentera tenaga surya telah mampu meningkatkan pendidikan anak anak keluarga tidak mampu dari pedesaan Kenya. Hingga kini, Evans Wadongo telah memberikan sekitar 10.000 lentera tenaga surya kepada keluarga miskin pedesaan.

No comments:

Post a Comment