Friday, February 4, 2011

Pemasaran lewat internet: memasarkan "isi"

Apa yang menyenangkan dari menulis di blog RB Umiyah?

Ada dua. Pertama karena blog ini  secara langsung atau tidak langsung mengajak orang  untuk bersedekah dan melakukan kegiatan amal soleh lainnya. Ini artinya membuat orang berbahagia karena kata para ahli, bersedekah membuat sang pemberi merasa bahagia. Lihat tulisan saya terdahulu tentang sedekah. Kedua, bila pembaca tergerak dan melakukan sedekah atau kegiatan amal, maka saya akan mendapat pahalanya juga tanpa mengurangi pahala orang yang mengerjakan kegiatan amal sholeh tersebut.

Agar bisa mengajak banyak orang untuk beramal sholeh, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memasarkan ide kita lewat internet. Saya bukan ahli tentang pemasaran lewat internet. Hanya kebetulan saya membaca sebuah artikel tentang pemasaran online yang menarik, maka saya coba untuk menyadurnya kedalam bahasa Indonesia.

Pemasaran melalui internet sangat ditentukan oleh konten atau 'isi' dari website atau blog. Nah bila isi atau kontent adalah 'raja", bagaimana caranya agar website kita bisa jadi "raja kontent"?

Konten pemasaran adalah seni memahami secara mendalam informasi apa yang diinginkan oleh pembaca yang  anda tuju (target audiense) dalam bidang kerja yang anda geluti dan menyampaikan kepada mereka dalam cara yang relevan dan menarik. Dalam bentuk yang paling sederhana, mengembangkan konten yang bagus dan menarik, membuat konten yang mudah untuk ditemukan dan membuat mereka terlibat, kemudian menggunakan peluang keterlibatan ini untuk menunjukkan kepada target audiens (sasaran pembaca) apa yang anda pikir, dan akhirnya menangkap, memupuk dan mengubah mereka menjadi dermawan yang mendukung kegiatan amal anda.

Sebagai contoh, Whole Foods Market secara teratur menerbitkan konten (melalui website, blog, halaman Facebook, twiter feed, majalah, dll) tentang makanan yang alami dan organik. Hal tersebut mampu membuat Whole Foods menjadi  pemimpin merek dalam makanan alami dan organik. Whole Foods merebut pangsa di pikiran pembaca sebelum mengubahnya menjadi pangsa pasar bagi produk-produk jualannya.


Dalam masalah konten atau isi pesan, anda perlu mengambil titik pandangan yang kuat tentang sebuah isu.  Selain itu, sudut pandang Anda harus bisa dibedakan dari pesaing, asli, dan bahkan mungkin agak kontra-intuitif. Kita harus bisa menciptakan ide ide yang menarik dan mengemas ide tersebut secara tepat. Bagaimana caranya?

Pertama, Anda perlu satu tujuan yang terfokus untuk memberikan arah, motivasi, dan pedoman. Berikut ini adalah contoh.

Katakanlah tujuan kepemimpinan pikiran (thoght leadership) Anda adalah untuk menjadi pemimpin di bidang obesitas (kegemukan) pada anak anak. Hasil yang Anda akan ukur adalah bahwa dalam kata kunci kegemukan , maka website anda masuk dalam ranking 10 besar dalam google. Tujuan akhirnya tentunya adalah besarnya dukungan bagi kegiatan anda (misalnya banyaknya sumbangan bagi kegiatan amal yang anda lakukan).

Langkah langkah yang perlu dilakukan adalah:

1. Mengidentifikasi (atau memvalidasi) target / sasaran Anda (misalnya: ibu usia 35-54 tahun yang mempunyai anak-anak usia 3-12 tahun).

2. Membuat tema yang bagus dan mengesankan (misalnya: anak-anak yang sehat, masa depan cerah) dan sudut pandang ( bila beberapa orang mengatakan "hemat pangkal kaya", kita katakan "sedekah akan dibalas berlipat ganda").

3. Lakukan penelitian dan memvalidasi tema dan sudut pandang dengan target sasaran pembaca website Anda (ini dapatdilakukan secara sederhana lewat telepon wawancara hingga secara canggih dengan melakukan anlisis kualitatif dan kuantitatif).

4. Memvalidasi sudut pandang Anda dengan penelitian sekunder. Sebagai contoh, "penelitian menghubungkan kurangnya waktu luar dengan peningkatan obesitas, depresi, stres, diabetes, ADD dan kinerja yang buruk di dalam kelas."

5. Menentukan saluran pemasaran yang paling banyak dimanfaatkan oleh sasaran pembaca .

6. Buat editorial kalender agar konten Anda tetap konsisten dan relevan.

7. Sampaikan isi atau konten  yang relevan yang sesuai dengan sasaran pembaca.

Kelihatannya tidak gampang. Yang jelas saya akan coba menerapkan saran saran tersebut. Tujuan akhir (goal) saya adalah ikut menciptakan masyarakat Indonesia yang peduli sesama dan gemar sedekah. Sasarannya adalah masyarakat yang memakai internet dan mampu secara ekonomi. Ukurannya adalah masuknya blog RB Umiyah dalam halaman pertama google untuk kata kunci yang terkait dengan sedekah atau kegiatan amal sholeh dan tentunya jumalh donasi ke RB Umiyah juga.

No comments:

Post a Comment