Wednesday, February 2, 2011

Menerapkan Surat Ar Rad 13: 11 dalam kehidupan nyata

Saat ini banyak sekali masalah sosial di sekitar kita. Mulai dari masalah harga bahan makanan yang naik terus, korupsi, biaya sekolah dan pelayanan kesehatan mahal, hingga masalah susahnya cari pekerjaan. Besarnya masalah sosial sering membuat kita jadi pesimis dan terus bersikap apatis. Kita menjadi tidak peka dan acuh tak acuh terhadap masalah sosial di sekitar kita. Padahal bila kita diam saja, mungkin nanti lain kali kita yang jadi korban. Misalnya: karena kita tidak mau perduli masalah narkoba, mungkin lain kali anak kita yang jadi korban, dan semuanya jadi sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur.

Kita sering mengharapkan agar pemerintah, pemimpin atau orang lain yang maju dan terjun menangani masalah sosial tersebut. Kita menganggap itu sebagai bukan masalah kita, dan bukan tanggung jawab kita. Padahal, dengan bersikap demikian, maka orang lain (termasuk pejabat, politisi, tentangga, dll) juga akan berpikir demikian. Sebagai akibatnya, tidak ada yang mau memulai untuk mengatasi masalah tersebut.


Apa yang harus kita lakukan? Saya kira sudah ada panduan baku buat memecahkan masalah hidup dengan berpegang pada Al Quran. Saya ingin mengutip Al Quran Surat Ar Rad ayat 11:

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.


Di era demokrasi, pemimpin atau politisi adalah cermin masyarakatnya. Kalau rakyatnya rajin sholat dan sedekah, mereka tidak akan memilih pemimpin yang tidak sholat dan tidak mau sedekah. Kalau rakyat egois, maka dengan sendirinya pemimpin yang terpilih melalui proses demokrasi juga pemimpin yang egois.

Oleh karena itu, kalau kita ingin anak kita nanti hidup di lingkungan yang lebih baik, kita perlu ikut mengubahnya mulai sekarang. Bagaimana caranya? Kita mulai dengan menyumbangkan atau mengorbankan apa apa yang kita punyai untuk memperbaiki keadaan. Sebagai contoh, dokter ahli bedah bisa mengoperasi bibir sumbing dengan gratis (contoh gambar, lihat children of sumatra), akuntan bisa membantu memperbaiki manajemen keuangan usaha kecil, guru atau siapa yang punya ilmu bisa mengajarkan ilmu secara grtais, dll.

Bisa juga kita menyumbangkan komputer bekas, buku bekas, baju bekas kepada yang membutuhkan. Bila kita setiap hari makan diluar, kita bisa bawa bekal dari rumah dan kita sumbangkan sebagian uang makan kita ke kegiatan amal atau ke panti asuhan. Sebenarnya, dengan segala keterbatasan, banyak hal bisa kita sumbangkan untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak cucu kita.

No comments:

Post a Comment