Sunday, May 15, 2011

Matel Dawson: operator forklift sedekah Rp 10 milyar


Matel Dawson

Matel Dawson  meninggal pada 2 November 2002. Meskipun demikian, kisah hidupnya telah memberikan inspirasi terhadap banyak orang.

Matel Dawson yang lahir pada 3 Januari 1921 di Shreveport, LA, Amerika hanya sekolah hingga kelas 9. Depresi ekonomi di Amerika saat itu, memaksa dia untuk keluar sekolah dan mulai bekerja. Untungnya sejak kecil, Matel Dawson telah dididik oleh kedua orang tuanya untuk bekerja keras, hidup sederhana, menabung dan membantu orang lain yang membutuhkan. Ibunya selalu mengingatkannya untuk bersedekah meskipun hanya 1-2 dollar saja.

Pada umur 19 tahun dia merantau ke kota Detroit dan bekerja pada perusahaan mobil Ford. Mula mula kerja sebagai tenaga kasar biasa, hingga akhirnya menjadi operator forklift. Sejak awal dia sudah bersedekah. Sebagian dari gaji pertamanya di perusahaan mobil Ford, dia belikan pakaian untuk saudara saudaranya. Dia juga rajin bersedekah di gereja, membantu biaya kuliah dan bahkan membantu saudaranya membayar uang muka rumah. Diperkirakan jumlah sedekahnya di gereja hingga tahun 1990 mencapai sekitar Rp 850 juta. Matel Dawson juga menanamkan uangnya dalam saham perusahaan mobil Ford tempatnya bekerja.

Pada tahun 1942 Matel Dawson menikah dengan Herneta Alberta Davis dan mempunyai seorang anak perempuan Jo Ann. Berkat kerja keras dan hidup hemat, mereka dapat membeli rumah dengan 3 kamar dan 2 buah mobil. Ketika mereka bercerai pada tahun 1976, Matel menyerahkan rumah dan 1 mobilnya kepada bekas istrinya. Dia kemudian tinggal disebuah apartemen sederhana.

Matel Dawson mulai bersedekah dalam jumlah besar pada tahun 1991 ketika ada penggalangan dana telethon untuk United Negro College Fund (UNCF) cabang Michigan. Matel Dawson datang ke kantor penggalangan dana dengan pakaian kerjanya, menenteng tas kertas coklat dengan cek sebesar $ 30.000 (sekitar Rp 250 juta) . Sumbangan tersebut merupakan sumbangan pribadi terbesar yang pernah diterima oleh UNCF. Sejak saat itu, Matel Dawson mulai dikenal orang. Namun dia tetap hidup sederhana.

Pada tahun 1994, Matel Dawson menyedekahkan $50.000 (sekitar Rp 400 juta) kepada UNCF dari sekitar $60.000 yang dipunyainya. Matel Dawson percaya bahwa sekolah dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik.

Pada tahun 1996, Matel Dawson mendekati Wayne State University di Detroit untuk bersedia menyediakan bea siswa penuh kepada beberapa orang tanpa memandang sex, suku maupun agama. Untuk itu, Matel Dawson menyerahkan cek sebesar $ 200,000 (sekitar Rp 1,7 milyar) kepada Wayne State University. Dia memilih Wayne State University karena dekat rumah tinggalnya, sehingga "dia bisa kenal, bicara, dan memantau perkembangan mereka", kata Matel dawson.

Keterlibatan Matel Dawson dalam pemberian bea siswa dihargai para penerimanya. Seorang ibu tunggal dengan seorang anak yang mendapat beasiswa dari Matel Dawson bilang:" Saya pikir Matel Dawson adalah oarng kaya yang dapat uang dengan mudah. Ternyata dia hanya seorang pekerja kasar. Hal tersebut telah memacunya untuk belajar lebih giat".

Setelah bekerja selama sekitar 60 tahun, dia pensiun pada tahun 2002 di usia 80 tahun dan meninggal tidak lama kemudia karena serangan jantung. Selama hidupnya, Matel Dawson yang hanya sekolah hingga kelas 9 dan bekerja sebagai operator alat berat forklift, telah menyedekahkan tidak kurang dari $1, 25 juta (sekitar Rp 10 milyar).

No comments:

Post a Comment