Saturday, August 6, 2011

Bisnis model preman India

India dengan penduduknya yang lebih dari 1 milyar, sudah tentu sangat beragam karakter penduduknya. Ada yang sangat baik, seperti Narayan Khrisnan yang setiap harinya memberi makan sekitar 300 orang gelandangan yang sebagian besar terkena gangguan jiwa. Namun sangat banyak juga yang tidak benar.

Setidaknya ada 2 pengalaman yang tidak enak. Saya merasa diperas. 

Pengalaman pertama. Ketika saya memindahkan mobil saya dari India ke Nepal. Saya dipindah tugaskan dari kantor regional di India ke kantor Country Office Nepal. Saya memakai jasa pemindahn barang untuk membawa mobil dari India ke Nepal. Semua surat surat sudah beres. Biaya pemindahan juga sudah disepakati dan dibayar. Ketika mobil sudah sampai di Nepal, surat surat mobil tidak langsung diberikan. Perusahaan minta tambahan uang baru  menyerahkan surat surat kendaraan. 

Mau marah atau mau lapor ke polisi tidak akan gampang. Bisa bisa tambah runyam kalau sampai surat kendaraan tidak diserahkan. Akhirnya, meskipun dengan memendam rasa marah, terpaksa permintaan uang terpaksa saya penuhi.

Pengalaman kedua. Ketika saya dipindahkan kembali ke India. Sebagian barang barang saya kirim lewat jasa pengiriman barang (kargo). Ada 4 koli yang dikirimkan. 3 koli sudah sampai. Koli yang keempat ditahan oleh perusahaan jasa di Indonesia. Mereka minta tambahan uang. 

Menurut teman saya (yang juga orang India). Memang persentase orang yang tidak baik di India jauh lebih banyak dari persentase orang tidak baik yang ada di negara negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Laos ataupun juga Indonesia.

Namun alhamdulillah, saya juga ketemu dengan orang India yang baik. Broker yang mencarikan rumah kontrakan yang saya tempati merupakan salah satu orang Inda yang baik hati. Ketika saya kesulitan mencairkan uang (perlu waktu beberapa hari untuk membuka rekening dan mencairkan bank draft) untuk bayar uang sewa rumah, broker tersebut bersedia meminjami uang. Bukan kecil uang yang dia pinjamkan. Broker tersebut meminjami saya uang sekitar Rp 25 juta, tanpa bunga dan tanpa persyaratan apapun.

Saya amati, bisnis model mungkin dalam jangka pendek kelihatannya menguntungkan. Namun dalam jangka panjang, mereka akan merugi. Dilain pihak, saya lihat broker yang baik hati yang membantu saya tersebut, semakin maju saja bisnisnya.

No comments:

Post a Comment