Sunday, December 5, 2010

Wirausaha sosial bagi penderita gangguan mental

Apabila diharuskan bersaing secara bebas untuk bisa mendapatkan pekerjaan, para penderita gangguan mental pasti akan kalah. Apalagi disaat seperti sekarang ini, dimana banyak tenaga terdidik. menganggur. Hampir tidak mungkin para penderita gangguan mental mendapatkan pekerjaan yang layak. Mereka memerlukan dukungan dari pemerintah, perusahaan, masyarakat, teman dan atau saudara agar bisa berpartisipasi dalam kerja dan hidup produktif.
Dalam laporan hasil study tentang Tackling Mental Health Issues Through Entreprise yang dapat di download disini, Jacqueline Fisher,dkk memetakan sebuah jalur agar seorang penderita gangguan jiwa bisa mendapat pekerjaan. Pada intinya, seorang penderita gangguan jiwa memerlukan dukungan agar siap bekerja melalui program: (a) day activity and support, atau (b) work rehabilitation, atau (c) program pendidikan, atau (e) Work preparation and occupational skills training. Melalui program tersebut, kemudian penderita gangguan jiwa perlu terjun ke program penempatan kerja melalui: (a) gradual steps into open employment, atau (b) employment with support, atau (c) self employment, dan (e) Open employment.

Coast Mental Health Foundation yang didirikan pada tahun 1972 memberikan pelayanan kepada penderita gangguan jiwa sekeluarnya mereka dari rumah sakit. Coast memberikan pelayanan yang paripurna, yang meliputi: pelayanan perumahan, cuci pakaian (laundry) , makan, pelatihan life skills, perumahan, rahabilitasi sosial, rekreasi dan pekerjaan. Coast Mental Health Foundation juga mempunyai dua wirausaha sosial: Sewing with Heart dan Landscaping with Heart.

Forth Sector adalah salah satu dari wirausaha sosial di Inggris yang terkemuka. Forth Sector mempunyai tiga komponen bisnis, yaitu pelayanan persiapan penempatan kerja bagi penderita gangguan jiwa, pemberian pekerjaan melalui wirausaha sosial yang dipunyainya, dan konsultasi manajemen kepada wirausaha sosial lainnya. Dalam pelayanan penempatan kerja, Forth Sector memberikan pelayanan kepada penderita gangguan jiwa agar mereka dapat memperoleh pekerjaan seperti dukungan sebelum kerja, dukungan pelayanan kesehatan, pelatihan ketrampilan, program pengalaman kerja, dan dukungan selama mereka bekerja.
Forth Sector juga mempunyai beberapa wirausaha sosial, seperti perusahaan sulaman Edinburgh Embroidery Services, pabrik sabun, lanudry, dan penginapan. Selain itu, Forth Sector juga memberikan layanan konsultasi manajemen kepada wirausaha sosial untuk memulai, dan mengembangkannya lebih lanjut.

Insya Allah, saya dan kawan kawan lagi merintis usaha kesana. Sebuah kegiatan sosial bagi penderita gangguan jiwa yang sudah mulai pulih dengan menyediakan pelayanan berupa pelatihan ketrampilan kerja, asrama, dukungan pelayanan kesehatan dan kesempatan kerja melalui wirausaha sosial. Saat ini yang terpikir adalah wirausaha sosial dibidang jahit menjahit (tas jinjing/tangan, baju, dll), peternakan dan makanan jadi (misalnya ayam goreng). Tentunya wirausaha sosial tersebut tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan dari bapak, ibu dan saudara sekalian.

Saturday, December 4, 2010

Bisnis Untuk Penderita Gangguan Jiwa

Coast Social  Entreprise Foundation (Yayasan Wirausaha Sosial Coast) menjalankan bisnis yang berorientasi profit dan sekaligus memberikan kesempatan kerja kepada para penderita gangguan jiwa. Ada 2 program kerjanya, pertama adalah Sewing With Heart atau menjahit dengan hati dan Landscaping with Heart ( Membuat Taman dengan Hati).

Menjahit dengan Hati adalah sebuah wirausaha sosial yang belum lama berjalan yang memproduksi  berbagai tas nilon berkualitas yang dibuat oleh para penderita gangguan jiwa dari Klinik Coast yang telah pulih. Produk mereka bervariasi dari tas klasik untuk makan siang, tas yoga dan tas anggur, yang tahan lama dan dengan harga terjangkau. Mereka juga bisa memproduksi tas sesuai selera si pemesan. Mereka membuat tas tangan multi-guna dengan mendaur ulang nilon, kain berwarna-warni tahan lama, sisa-sisa dari produksi bendera dan spanduk. Dengan membeli dan memakai tas tangan buatan mereka, berarti anda telah membantu mengurangi limbah dan sekaligus mendukung para penderita gangguan jiwa.
Tujuan dari program jahit dengan hati adalah:
•Untuk memberikan penghasilan, kesempatan kerja dan pengembangan keterampilan kepada orang-orang yang telah pulih dari penyakit mental.
•Memberikan kesempatan untuk bekerja dari rumah dalam usaha bisnis yang berfungsi sebagai 'Koperasi Pekerja ' serta terlibat dalam kegiatan bisnis yang etis.

Menjahit dengan Hati dimulai sebagai suatu kemitraan antara The Coast Employment Program (Program Penyediaan Lapangan Kerja dari The Coast) dan The Flag Shop dengan tujuan untuk menyediakan kesempatan kerja bagi penderita gangguan jiwa untuk bekerja dari rumah mereka, menciptakan produk eceran yang layak dari sisa-sisa The Shop Flag. Saat ini The Sewing with Heart telah menjadi sebuah badan usaha berbentuk koperasi. The Sewing With Heart didukung oleh mitra bisnis seperti:  Enterprising Women,  Asset Development Demonstration Project, Capers Markets, Small Potatoes Urban Delivery, Uprising Breads Bakery, Vancouver Public Library, Canadian Mental Health Association, Mason Sewing Machine Company, The Flag Shop, dan Save-On Foods.

The Landscaping with Heart pada prinsipnya memakai pendekatan yang sama dengan Sewing with Heart, di bidang pertamanan. Contoh bisnis sosial lain yang melibatkan penderita gangguan jiwa adalah Core Arts.

Core Arts telah didirikan pada tahun 1992 oleh seorang seniman menggunakan ruang kosong di Rumah Sakit Hackney. Studio tersebut  menjadi surga bagi ekspresi artistik para pasien yang ingin lari dari hidup yang monoton di bangsal psikiatri dengan menenggelamkan diri dalam dunia cat dan warna. Meski dana terbatas, energi kreatif yang dihasilkan mampu melahirkan terjadinya sebuah studi terbuka. Core Arts secara resmi terbentuk sebagai badan amal pada tahun 1994 setelah mereka berhasil melakukan beberapa pameran secara sukses.  

Core Arts sekarang dikenal sebagai pemimpin yang inovatif dalam kreativitas kesehatan mental, keragaman budaya dan wirausaha sosial. Dengan tidak ada agenda analisis atau klinis, program terus berkembang dengan berfokus pada apa yang dapat dicapai, mendukung anggota untuk meningkatkan kapasitas mereka untuk inovasi dan pembelajaran, pemecahan masalah, kepercayaan diri dan keterampilan kepemimpinan. Core Arts dijalankan oleh profesional, penulis seniman dan musisi dari kalangan mereka sendiri, sehingga tercipta suasana menarik, asli,  saling belajar dan berbagi pengalaman.

Masih banyak contoh yang lain. Artinya, bahwa membuat wirausaha sosial untuk membantu para penderita gangguan jiwa bukanlah sesuatu yang mustahil. Meskipun tidak gampang juga.

9 kesalahan ketika mendirikan usaha baru

Saya belum pernah bikin usaha sendiri. Saya kira banyak juga pembaca yang belum pernah bikin usaha sendiri, namun tertarik untuk memulai usaha sendiri. Kebetulan saya ketemu sebuah artikel yang menurut saya cukup bagus. Bila ingin baca aslinya, silahkan klik disini :

1.Berjalan sendiri. Tidak ada perusahaan yang bisa jadi besar bila semua dikerjakan sendiri. Memang bila semua dikerjakan sendiri, tidak diperlukan modal yang besar. Keharusan menggaji penjaga toko,  tukang ketik, dan lain lain bisa menghabiskan keuntungan yang diperoleh. Oleh karena itu, jalan keluarnya adalah dengan memastikan bahwa bisnis yang akan anda terjuni mampu menghasilkan keuntungan lebih besar dari biaya untuk menggaji semua pegawai tersebut.
2. Minta nasehta kepada terlalu banyak orang. Meminta nasehat dari para pengusaha sukses disekitar anda adalah hal yang baik dan perlu. Terutama ketika anda baru mulai membangun usaha anda. Hal ini dapat menghindarkan anda dari melakukan kesalahan yang tidak perlu. Tetapi terlalu banyak nasehat dari banyak orang dapat membuat anda bingung dan ragu ragu serta tidak berani melangkah. Jalan keluarnya: Bentuk tim penasehat dan adakan pertemuan secara berkala dengan mereka setidaknya sebulan sekali atau setiap dua minggu. Bila sulit, pertemuan bisa dilakukan melalui telepon konferensi.
3.Terlalu banyak mencurahkan waktu kepada pengembangan produk, tetapi kurang dalam pemasaran. Meskipun sulit membangun perusahaan tanpa produk yang hebat, tetapi terlalu sibuk dengan pengembangan produk dan melupakan pemasaran juga bukan strategi yang tepat. Banyak pelanggan yang akan pindah ke produk pesaing yang kuat dalam pemasaran produk. Banyak pemula bisnis yang berpendapat bahwa produk yang hebat akan dapat terjual dengan sendirinya.
4. Memilih pasar yang terlalu kecil. Bila anda memilih bisnis dengan pasar yang belum tergarap orang, biasanya pasar tersebut terlalu kecil. Dalam waktu tidak lama, bisnis anda akan menabrak dinding pembatas pasar. Jalan keluarnya: Pilih usaha yang pasarnya cukup besar dan coba untuk mendapatkan bagian pangsa pasar tersebut. Anda tidak harus menjadi perusahaan dengan omset terbesar.
5.Memasuki pasar tanpa mitra distribusi. Lebih mudah masuk ke pasar jika sudah ada jaringan agen, pengecer yang siap, bersedia dan mampu menjual produk anda ke dalam jalur distribusi yang ada. Perusahaan fashion, makanan, media dan industri besar lainnya bekerja dengan cara ini, hal yang sulit ditiru oleh perusahaan baru yang masih kecil. Jalan keluarnya : Buatlah daftar mitra yang penting dan potensial kemudian minta kesediaan mereka untuk mendukung bisnis anda nantinya.
6. Menghabiskan terlalu banyak uang untuk pemasaran. Mengeluarkan banyak uang untuk pasang iklan tanpa bisa menghasilkan konsumen yang loyal adalah sia sia belaka. Jalan keluarnya, lakukan uji coba dan pengukuran pasar kecil kecilan untuk mengetahui secara lebih tepat konsumen yang harus disasar sebelum memasang iklan secara besar-besaran.
7. Modal terlalu kecil. Modal diperlukan tidak hanya untuk sewa ruang, beli alat, beli bahan baku, tetapi modal juga diperlukan untuk bayar karyawan dan biaya operasional sebelum ada pemasukan yang cukup besar untuk menutup semua biaya tersebut. Dilain pihak, ketersediaan modal yang terlalu besar juga bisa berbahaya karena cenderung membuat orang jadi boros dengan mengangkat tenaga lebih banyak dari yang dibutuhkan, dll. Jalan keluarnya: hitung modal yang diperlukan secara sungguh sungguh sebelum benar benar meluncurkan bisnis kita. Hitung kebutuhan secara efisien.
8.. Tidak punya perencanaan bisnis. Tidak semua bisnis memerlukan perencanaan bisnis secara formal dan detil. Tetapi, perusahaan yang memerlukan modal besar dan waktu beberapa tahun untuk bisa beroperasi secara mandiri perlu membuat perencanaan bisnis.
9.Terlalu banyak pikir, tidak berani melangkah. Kadang kadang terlalu banyak pikir memang bisa membuat kita tidak berani melangkah.Pada suatu titik kita memang harus pasrah dan menguatkan tekad untuk melangkah.

Semoga bermanfaat.

Friday, December 3, 2010

Wirausaha Sosial: study kasus

The Engine Shed, Edinburg, Inggris yang didirikan pada tahun 1989 merupakan sebuah wirausaha sosial. The Engine Shed memberikan kesempatan kepada penderita gangguan belajar (learning disabilities) untuk belajar sambil kerja. The Engine Shed merupakan sebuah proyek pelatihan yang inovatif bagi orang-orang dengan ketidakmampuan belajar untuk membantu mereka meningkatkan kepercayaan diri mereka, belajar keterampilan yang dapat dipindahtangankan kedalam lingkungan kerja nyata.

The Engine Shed mengoperasikan kafe vegetarian, roti organik, produksi tahu organik dan konferensi / katering. Usaha tersebut tidak hanya dipakai sebagai wadah pelatihan kerja tetapi juga memberikan penghasilan yang akan menjamin keberlanjutan perusahaan. The Engine Shed menawarkan hingga tiga puluh tempat pelatihan, menyediakan tiga tahun program pelatihan komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik individu. Program ini memungkinkan individu untuk mendapatkan pengalaman dalam suatu lingkungan kerja secara terencana dan sistematis dengan review kemajuan selama periode pelatihan. Hal ini memungkinkan individu untuk mengidentifikasi langkah-langkah menuju tujuan pribadi dan kejuruan. Tiga tahun program pelatihan menggabungkan pelatihan di Shed Engine dan pengalaman kerja dengan pengusaha, dengan kesempatan untuk mendapatkan kualifikasi kejuruan yang relevan.
Wirausaha lainnya adalah COPE, singkatan dari Community Opportunity Participation in Enterprise.
COPE didirikan oleh Frank Millsop di Kepulauan Shetland pada tahun 1997 menyusul uji coba selama tiga tahun di bawah otoritas lokal. Sekarang  COPE sudah menjad isebuah perseroan  terbatas (PT) dengan status amal, mempekerjakan hampir 100 staf dan magang, ditambah sejumlah relawan. 11 dari 50 anggota staf adalah penyandang cacat, dan menerima 45 orang dalam program pelatihan kerja. Selain itu mereka memberikan kesempatan untuk 20 relawan yang bekerja dalam program bantuan magang untuk mendapatkan ketrampilan kerja kunci. Hal ini berarti perusahaan juga memenuhi syarat sebagai perusahaan sosial - sebuah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan organisasi/perusahaan  yang sekurang-kurangnya 25% dari karyawannya menyandang cacat.

COPE memiliki sejumlah usaha perdagangan yang berbeda yang ditujukan untuk menanggulangi ceruk pasar Catering adalah perusahaan yang pertama kali didirikan,. Dan terus tumbuh selama tujuh tahun terakhir. Sheltands Soap Company adalah perusahaan yang sangat sukses yang memproduksi sabun buatan tangan, gel mandi, krim dan lotion dengan bahan alami, dan dijual di Lerwick maupun secara online. Mereka juga mempunyai perusahaan Karibuni kopi, dan beberapa proyek lain di daerah Shetland..

Ide perusahaan sabun adalah hasil dari suatu saran bisnis dari organisasi Wirausaha Sosial Nasional Inggris. "Saya pikir Frank melihatnya karena cukup padat karya dan margin yang sangat baik," jelas Guy Turnbull, seorang konsultan yang membantu menyusun rencana bisnis "Sebagai perusahaan sosial.,  Anda perlu mencari margin yang cukup. " Perusahaan sabun populer diantara turis dan perusahaan juga memasok sabun ke feri yang membawa wisatawan antara Aberdeen dan Lerwick. Selain itu, ia telah melakukan kesepakatan untuk memasok Parlemen Skotlandia dengan sabun buatan lokal tersebut

The Shed engine dan COPE adalah perusahaan yang membantu para penyandaang cacat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan melibatkan orang cacat ternyata tidak membuat perusahaan tersebut bangkrut. Mungkin ada berkah dan campur tangan Tuhan disana.  Anda mau coba mengikuti jejak mereka?


Menciptakan bisnis bagi (bekas) penderita gangguan jiwa



World Health Organization (WHO), Organisasi Kesehatan Sedunia,  belum lama ini meluncurkan sebuah laporan berjudul Mental Health and Development. Dalam buku tersebut diulas tentang banyaknya hambatan bagi para penderita gangguan jiwa, seperti:
  • Penderita gangguan jiwa sering mendapat diskriminasi dan  stigma.
  • Penderita gangguan jiwa sering menerima pelecehan seksual dan gangguan fisik.
  •  Penderita gangguan jiwa sering dibatasi hak hak politik dan hak asasi manusia lainnya.
  • Penderita gangguan jiwa sering tidak bisa terlibat secara penuh dalam kegiatan kemasyarakatan
  • Penderita gangguan jiwa di negara berkembang sering kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial lainnya.
  • Dalam situasi darurat seperti bencana, penderita gangguan jiwa sering kesulitan dalam mendapatkan  pelayanan
  • Penderita gangguan jiwa sering kesulitan untuk mendapatkan sekolah dan pekerjaan. 
  • Penderita gangguan jiwa sering mengalami kecacadan dan tidak berumur panjang.
Sebagian besar penderita gangguan jiwa berasal dari kalangan bawah, yang akan semakin terpuruk karena sakitnya tersebut. Bila seseorang terkena gangguan jiwa, kemungkinan besar dia akan jatuh miskin juga. Penderita gangguan jiwa bisa sembuh, namun sebaiknya mereka tidak dilepas sendiri. Mereka memerlukan dukungan dari saudara dan atau teman. Semakin kuat dukungan tersebut, semakin besar kemungkinannya untuk kembali hidup sehat dan produktif.

Saat ini masih cukup banyak ruang gerak bila kita ingin membantu penderita gangguan jiwa agar bisa kembali hidup sehat dan produktif di masyarakat. Ruang gerak pertama adalah di wilayah pencegahan dan penanganan dini penderita gangguan jiwa. Ruang gerak kedua adalah penangan medis, utamanya di rawat jalan maupun rawat inap rumah sakit.  Ruang gerak ketiga adalah mempersiapkan penderita gangguan jiwa kembali hidup produktif di masyarakat.

Sebagai dampak dari banyak membaca berbagai bentuk wirausaha sosial, saya tergerak untuk mengembangkan sebuah wirausaha sosial dengan misi mempersiapkan dan atau memberikan lapangan kerja bagi penderita gangguan jiwa. Bagi penderita gangguan jiwa, adanya kegiatan produktif sangat penting. Namun hal tersebut tidak gampang dilaksanakan. Saat sekarang ini banyak anggota masyarakat tanpa gangguan jiwa yang menganggur. Bagi penderita gangguan jiwa, tantangan agar mendapat pekerjaan menjadi sangat besar. Tanpa suatu uluran tangan dari teman, keluarga atau organisasi sosial, penderita gangguan jiwa akan sulit dapat hidup produktif ditengah masyarakat. Untuk itu, saya rasa, ada kebutuhan untuk membuat suatu wirausaha sosial dengan bekerja bersama dan untuk penderita gangguan jiwa.

Belum lama ini, ada kawan yang mempunyai lahan seluas 4000m di pinggir jalan raya Purworejo-Magelang. Saya ingin mengembangkannya menjadi sebuah basis bagi berdirinya wirausaha sosial tersebut. Dalam pemikiran awal saya ini, saya akan mencoba mendirikan sebuah asrama bagi penderita gangguan jiwa. Dalam lahan tersebut, karena diluar kota, akan dikembangkan pula bisnis peternakan dan bisnis makanan jadi (ayam goreng, misalnya). Wirausaha sosial tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu model bagi penyiapan dan penyediaan lapangan kerja bagi penderita gangguan jiwa.

Bisnis lain yang kelihatannya memungkinkan adalah bisnis pakaian jadi. Dengan label wirausaha sosial, insya Allah, melalui internet marketing, kemungkinan pasar di Indonesia maupun di luar negeri (nantinya) bisa digarap. Tentunya hal ini bukan kerjaan gampang, namun bukan sesuatu yang mustahil juga.

Membuat jaringan kerja dengan perusahaan perusahaan yang bersedia menampung beberapa orang penderita gangguan jiwa perlu dikembangkan. Di dalam asrama, penderita gangguan jiwa yang tidak tertarik dengan dunia peternakan dan makanan, akan disiapkan dengan ketrampilan tertentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan mitra yang bersedia menerima penderita tersebut.

Apakah pemikiran saya tersebut realistis dan masuk akal? Atau apakah anda mempunyai ide yang lebih baik? Silahkan tuliskan saran dan komentar anda di kolom komentar dibawah ini.

Terima kasih.


Laporan Kegiatan Bulan November 2010

Alhamdulillah, selama bulan Oktober 2010, jumlah pasien umum yang berkunjung mencapai 187 kunjungan. Jumlah kunjungan pasien KB mencapai 12 kunjungan, jumlah kunjungan ANC mencapai 6 orang dan jumlah pasien bersalin 3 orang. Saya kira data tentang kunjungan pasien menunjukkan bahwa masyarakat sekitar lokasi RB Umiyah tidak hanya memerlukan pelayanan kebidanan. Mereka juga membutuhkan pelayanan kesehatan umum. Berdasar pemahaman tersebut, insya Allah RB Umiyah akan dikembangkan menjadi klinik rawat inap pelayanan medik dasar dalam waktu dekat. Mulai bulan Desember ini, RB Umiyah mulai buka 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. RB Umiyah juga sedang dalam proses menambah jumalh dokter umum hingga menjadi 2 orang.
Secara keuangan, kondisi TB Umiyah juga cukup menggembirakan. Jumlah donasi dari dermawan yang masuk mencapai Rp 12,100 ribu. Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Dian Karmila, Bapak Ali Mudin , Bapak Fadil Icsanul dan beberapa hamba Allah yang tidak bisa kami sebutkan disini. Donasi dari pasien melalui kotak amal mencapai Rp 1.079.000. Sedangkan total pengeluaran selama bulan November 2010 mencapai Rp. 5.921.460. Hingga terdapat saldo bulan November sebesar Rp. 17.265.768.
Perlu saya laporkan juga bahwa selama bulan November 2010, pembangunan fisik RB Umiyah berjalan. Biaya pembangunan tersebut merupakan wakaf  langsung dari pengurus yayasan sehingga tidak tercatat dalam laporan kegiatan tersebut diatas.
Atas nama seluruh pasien dan beserta keluarganya, saya mengucapkan terima kasih atas segala dukungan baik moril maupun materiil dari bapak/ibu/saudara semua. Semoga Allah SWT membalas amal sholeh kita semua dengan berlipat ganda sesuai dengan janjinya dalam Surat Al Baqarah ayat 261:
"Perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah [2] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan [ganjaran] bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui".

Mohon maaf, saya tidak berhasil meng-upload laporan bulan November 2010 yang resmi ditanda tangani oleh pengelola yayasan Ummy. Bagi yang berminat untuk membaca laporan tersebut secara detil, silahkan kirim email ke admin atau ke Drajad Setiono, MKes di d_setiono@yahoo.co.id. Semoga Allah SWT memberkahi upaya kita semua. Amin
 

Thursday, December 2, 2010

TELAPAK: wirausaha sosial telah mendapat bantuan dari LN

Bantuan luar negeri untuk wirausaha sosial di Indonesia? beneran nih?! Begitu tanggapan beberapa teman saya terhadap tulisan tentang menggabungkan bisnis dan tujuan sosial beberapa hari yang lalu di website ini. Saya bilang itu beneran, tapi tidak gampang. Salah satunya yang sudah mendapat bantuan adalah Telapak yang mendapat bantuan dari The Skoll Foundation.

Ambrosius Ruwindrijarto (Ruwi) dan Silverius Oscar Unggul (Onte) telah memimpin upaya untuk mengubah masyarakat Indonesia dari melakukan pembalakan liar ke pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Ruwi mendirikan Telapak pada tahun 1997,  sebuah organisasi perintis yang berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah pembalakan liar di hutan lindung di Indonesia, baik di tingkat domestik mapun di tingakt global.. Pada tahun 2006, Ruwi, bersama-sama dengan Onte, ahli organisasi masyarakat, mengubah fokus Telepak dari hanya meningkatkan kesadaran tentang masalah pembalakan liar menjadi sebuah organisasi yang membantu masyarakat disekitar hutan agar mampu mengelola hutan menjadi sumber daya yang berkelanjutan. Telapak merupakan organisasi pertama di Asia Tenggara yang  membantu koperasi penebang hutan mendapat ijin penebangan hutan. Telapak memperbesar skala kegiatannya ketingkat nasional, dengan tujuan membantu masyarakat sekitar hutan untuk pada akhirnya nanti akan mampu mengelola jutaan hektar hutan di seluruh Indonesia. Beberapa prestasi dari Telapak:

•Telapak telah mendirikan 6 kantor wilayah dan secara aktif terlibat dengan 8 kelompok masyarakat untuk menciptakan koperasi penebangan hutan yang berkelanjutan yang memiliki potensi untuk  mendapat ijin pengelolaan  lebih dari 200.000 ha lahan hutan.
•Telapak bekerja dengan mitra sebuah LSM membantu koperasi penenbang hutan yang selama 3 tahun terakhir telah memotong 3.000 pohon dan menanam 2 juta  baru. Sekarang 2.106 anggota koperasi berpenghasilan lebih dari 3 kali lipat dari hasil pengelolaan  kayu mereka. Pada tahun 2009, komunitas tersebut diberi konsesi oleh negara untuk mengelola kayu dari hutan negara - sebuah prestasi penting yang merupakan pintu gerbang ke perlindungan lahan hutan yang jauh lebih  dari pada konsesi yang diberikan kepada indiviidu.
•Sebelum Telapak terjun di sebuah kabupaten di Sulawesi, ada 75 usaha penggergajian ilegal. Sekarang tidak ada lagi.

Dengan tujuan sosial yang kental dan sederet prestasi tersebut, tidak heran kalau Telapak bisa menyabet bantuan dari The Skoll Foundation. sebuah yayasan yang didirikan oleh Jeff Skoll pada tahun 1999.


Jeff Skoll
 Jeff Skoll adalah seorang wirausahawan sosial, president pertama perusahaan eBay dan pendiri eBay Foundation. Jeff Skoll adalah dermawan dan pengusaha sosial. Sebagai pendiri dan ketua Yayasan Skoll, Participant Media dan The Skoll Global Thread Fund, ia berusaha menjadikan  visinya sebuah kenyataan, yaitu sebuah dunia yang damai, sejahtera dan berkelanjutan.

Jeff menerima gelar sarjana di bidang Teknik Elektro dari Universitas Toronto. Dia kemudian memperoleh gelar MBA dari Stanford Graduate School of Business dan kemudian menjadi  Presiden pertama dari eBay.  Dia juga memelopori penciptaan Yayasan eBay melalui alokasi saham pra-IPO.
Pada tahun 1999, Jeff meluncurkan Yayasan Skoll, yang kemudian menjadi panutan  untuk wirausaha sosial, menggerakkan perubahan skala besar dengan berinvestasi, menghubungkan, dan memberi hadiah kepada wirausaha sosial dan inovator lain yang mencurahkan usahanya untuk memecahkan permasalahan dunia yang paling mendesak. Program utamanya, yaitu Penghargaan Skoll untuk Kewirausahaan Sosial, saat ini membina dan mendukung 81 pengusaha sosial terkemuka dari 66 organisasi dari seluruh dunia. The Skoll Foundation bersama dengan Skoll Center for Social Entrepreneurship, Said Business School University of Oxford juga menyelenggarakan Global Forum Tahunan Dunia Kewirausahaan Sosial.
Semoga bermanfaat